Sabtu, 24 Maret 2012

Lampu PJU tidak perlu padam

Kalau semua lampu penerangan jalan umum di kota kota besar di Indonesia menggunakan Panel Surya, peristiwa Pekanbaru tidal perlu terjadi. Ada baiknya seluruh Pemkab/Pemkot di Indonesia mulai memikirkan untuk merubah sekaligus sumber tenaga listrik setiap PJU mereka dari PLN menjadi PLTS.
Dengan kebijakan ini, peluang pasar bagi pengusaha lokal Indonesia terbuka untuk :

Membuka pabrik Panel Surya
Membuka pabrik Battery
Membuka pabrik Lampu LED
Membuka pabrik Battery Control Regulator dan Inverter.

Biasa dibayangkan jumlah tenaga kerja yang akan terserap dengan terbukanya pabrik pabrik tersebut. Saat ini semua produk tersebut di atas masih di Impor dari China, Taiwan dan Eropa Timur. China misalnya, untuk semua produk di atas menyiapkan ribuan merek dengan rata rata 12 level kualitas barang. Anda ingin membeli level kualitas apa dan anda ingin merek apa, semua tersedia di China. 

Kami menyiapkan seluruh komponen PJU kualitas pertama produk dari China dengan harga yang sangat bersaing. Kami terbuka untuk melayani Pemda dan Pemkot untuk mengganti fasilitas PJU mereka dari tenaga listrik PLN menjadi tenaga listrik PLTS.

Sulit di bayangkan kalau semua Pemda dan Pemkot menggati sember tenaga listrik mereka untuk PJU dari PLN menjadi PLTS, berapa anggaran dan uang negara yang di selamatkan. Berapa tenaga kerja penggangguran yang akan kembali bekerja, berapa kenaikan ekonomi nasional karena pertumbuhan investasi.

Mari kita berdoa, semoga Walikota dan Bupati di seluruh Indonesia masih memikirkan nasib dan kemakmuran bangsanya.

Sabtu, 24 September 2011

Korupsi PLTS di Kemnakertrans

Mengapa hal ini terjadi????

Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil saudara M Nazaruddin, M Nasir terkait kasus korupsi PLTS Kemenakertrans. Nasir diperiksa sebagai saksi untuk mantan pejabat Kemenakertrans, Timas Ginting yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

"M Nasir, anggota DPR RI, diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi PLTS Ditjen P2KMKT Kemenakertrans," ujar Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel, Senin (19/9/2011).

Nasir sendiri sudah datang di kantor KPK sejak sekitar pukul 08.40 WIB. Mengenakan warna hitam dia datangan didampingi seorang ajudannya. Nasir sendiri sampai saat ini masih menunggu di ruang tunggu bagian dalam gedung KPK.

KPK sebelumnya memang pernah mengutarakan rencana pemanggilan M Nasir. Untuk diketahui dalam kasus korupsi di PLTS Kemenakertrans ini, lembaga antikorupsi tersebut telah menetapkan Neneng Sri Wahyuni dan Timas Ginting sebagai tersangka.

Nasir disebut-sebut berada di jajaran ring satu pada lingkungan Nazaruddin. Nasir tercatat pernah bersanding dengan Nazaruddin sebagai komisaris di tiga perusahaan yang berbeda.

Tiga perusahaan itu adalah PT Anak Negeri, PT Mahkota Negara, dan PT Anugerah Nusantara. Yang menarik tiga perusahaan tersebut diduga terlibat dalam praktik suap dalam pemenangan proyek-proyek di berbagai kementerian.

Di PT Anak Negeri Nasir pernah tercatat sebagai komisaris dengan komposisi 440.060 lembar saham, meski belakangan namanya sudah tidak ada. PT Anak Negeri sendiri merupakan perusahaan yang bermain sebagai broker untuk memenangkan PT Duta Graha Indah dalam tender pembangunan wisma atlet di Palembang.

Dalam kasus PLTS Kemenakertrans, PT Mahkota Negara berperan dalam menangnya PT Alfindo Nuratama Perkasa dalam proyek tersebut.

Direktur Utama PT Alfindo Nuratama Perkasa Arifin Ahmad membenarkan perusahaannya dipinjam oleh Dirut PT Mahkota Negara, Marisi Matondang, untuk tender pembangunan PLTS di Kemenakertrans. Arifin rela saja perusahaannya dipakai Marisi, karena kebutuhan ekonomi.

"Saya kenalnya pak Marisi saja. Iya itu betul (dipinjam oleh pak Marisi)," tutur Arifin dengan nada tegas kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Rabu (15/6/2011).

Ketika ditanya mengapa, dia memberikan perusahaannya begitu saja kepada Marisi dalam tender tersebut, Arifin hanya menjawab singkat. "Ya namanya juga cari makan mas," terang Arifin.

Bila Dua Gajah Bertempur, Listri Yang Mati

Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau yang kaya raya itu, gelap gulita tadi malam. Entah sampai kapan. Lampu penerangan jalan umumnya dimatikan total oleh PLN. Penyebabnya, tunggakan listriknya hampir mencapai langit. Sudah Rp 30 miliar lebih. Tidak ada kejelasan kapan wali kota Pekanbaru bisa membayarnya.

Wali kota Pekanbaru memang tidak punya uang. Bahkan, Kota Pekanbaru tidak punya wali kota. Masa jabatan wali kotanya sudah habis. Dia tidak boleh mencalonkan lagi karena sudah menjabat dua periode.

Pemilihan wali kota sudah dilaksanakan. Tapi, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan agar dilaksanakan pilkada ulang. MK menemukan bukti terjadi kecurangan yang masif dan terstruktur. Dalam putusannya MK memberikan batas waktu pilkada ulang tersebut harus terlaksana dalam 90 hari.

Tapi, sampai batas yang ditetapkan itu habis, hari ini, pilkada ulang tidak terlaksana. Penyebabnya sama dengan mati listrik tadi. Tidak ada dana. Terpaksa MK bakal bersidang lagi, entah apa yang akan diputuskan.

Pilkada di daerah yang kaya raya ini termasuk miskin calon. Hanya dua pasang yang maju. Tapi, dua-duanya gajah. Yang satu, Firdaus (Demokrat-PKS-PDIP), adalah mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau yang tentu kaya akan misi dan gizi. Satunya lagi, seorang Srikandi yang tidak kalah bergizinya. Dia adalah Septina Primawati (Golkar-PAN-PKB-PPP-Gerindra), yang tak lain istri Gubernur Riau yang lagi menjabat sekarang.

Karena itu, bisa disimpulkan begini: ketika dua gajah bertempur, listrik yang mati!

Lampu penerangan jalan memang menimbulkan banyak persoalan. Rakyat merasa memiliki hak agar jalan raya terang benderang. Sebab, rakyat sudah membayar retribusi penerangan jalan. Yakni, yang ditarik bersamaan dengan membayar rekening listrik di rumahnya. PLN yang ditugasi memungutkan pajak itu juga sudah menyetorkannya ke kas pemda.

Kalau saja disiplin anggaran bisa diterapkan, tentu tidak akan terjadi seperti di Pekanbaru ini. Masalahnya, pungutan dari rakyat itu sering tidak dipakai untuk membayar lampu jalan raya. Akibatnya, rakyat di perumahan sering memasang lampu penerangan jalannya sendiri dengan cara menggaet listrik dari PLN. Pihak PLN menilai yang seperti ini adalah pencurian listrik. Yang menggaet merasa tidak mencuri karena sudah membayar retribusi penerangan jalan umum.

Ada baiknya PLN di setiap kota mengumumkan kepada masyarakat berapa nilai uang retribusi penerangan jalan umum yang ditarik dari rakyat itu. Juga berapa pemkot/pemkab membayar listrik kepada PLN setiap bulan. Dengan demikian, rakyat di setiap kota bisa tahu apakah pemkot/pemkab sudah menggunakan uang retribusi penerangan jalan umum itu dengan baik dan benar.

Seperti di Pekanbaru itu, PLN telah menyetorkan hasil penarikan retribusi dari rakyat kepada kas pemkot lebih Rp 2 miliar per bulan. Ini berarti lebih Rp 24 miliar setahun. Dengan demikian, sebenarnya Pemkot Pekanbaru mampu membayar listrik untuk penerangan jalan umum tersebut.

Tentu saya ingin belajar juga dari kasus Pekanbaru itu. Maka, saya ingin mencarikan jalan keluar yang sangat meringankan pemda di seluruh Indonesia. Saya ingin menyerukan: jangan mau lagi membayar listrik ke PLN. Berswadayalah untuk listrik penerangan jalan umum. Jangan gunakan listrik dari PLN yang membebani anggaran daerah itu. Pemda bisa membuat listrik sendiri. Caranya mudah. Saya akan minta semua pimpinan PLN setempat menjadi konsultan gratis untuk setiap pemda.

Bagaimana caranya? Gunakanlah lampu penerangan jalan umum bertenaga matahari. Teknologinya sudah tersedia dan kini sudah teruji. Harganya juga sudah lebih murah dibanding dulu. Tanpa korupsi dan komisi, harga per lampu (tiang, lampu, dan baterai) hanya Rp 15 juta. Dengan investasi sebesar itu pemda tidak perlu lagi membayar listrik ke PLN. Pungutan retribusi penerangan jalan umum bisa terus dipergunakan untuk menambah lampu penerangan jalan sampai ke kampung-kampung.

Bagaimana kalau pemda tidak punya modal? Jangan pakai modal. Kerja sama saja dengan swasta. Mintalah perusahaan swasta membangun lampu tenaga matahari tersebut. Bayarlah swasta itu setiap bulan, seperti pemda membayar ke PLN. Dalam waktu lima tahun pembayaran itu sudah lunas. Untuk selanjutnya pemda sudah terbebas sama sekali dari kewajiban membayar lampu penerangan jalan. Retribusi penerangan jalannya bisa dipergunakan untuk terus menambah penerangan jalan di seluruh kota.

Dampak dari penerapan ide ini akan sangat besar. Indonesia akan menjadi terkenal di seluruh dunia sebagai pelopor lampu penerangan jalan yang paling besar. Industri dalam negeri juga hidup. Lapangan kerja bertambah-tambah.

Dengan melaksanakan ide ini, instruksi presiden agar hemat energi bisa dilaksanakan dengan nyata. Bukan hanya pepesan kosong. Kini semuanya berpulang kepada kepemimpinan di setiap daerah.

Sekali lagi, jangan seperti di Pekanbaru. Mau listriknya tidak mau bayarnya. Padahal, ada jalan yang lebih gagah: tidak perlu bayar listrik ke PLN, tapi jalan raya tetap terang benderang. (*)

CEO PLN

Selasa, 30 Agustus 2011

Product - Lampu Penerangan Jalan Umum (Lampu PJU)

TOP 360 FL
Features :
The LED is closely connected to the crust. The heat from LED is removed through the heat dissipation wing and by air cross-ventilation, ensuring a 50.000 hours life-span effectively.
The light is sealed with silicone rubber, it makes the heat sink, end cap and the glass consealed perfectly. The surface is treated with anodic oxidation and plastic sprayinh. It meets IP65 standard.
Uses high purity aluminum imported from Germany for the reflector that has high reflecting efficiency to ensure the luminous flux. The special design of the reflector greatly improves the light uniformity and energy utilization ratio. It can control the light spur in the required area. LED streetlights have great advantage in power saving.
No delay start, no waiting. It instantly reaches its normal light when switched on and can sustain hundreds of thousand cycles.
It is safe and removable, and it can be positioned at any angle. It is universal, and can be used in a large scale.
Environmental friendly. No air pollution. We adopt the design of using cold light source. It has no heat radiation. There is no ill glare to our eyes and skin. The floodlights does not have lead, hydrargyrum nor any other contamination.
It works excellently with solar panel system. it has the advantages of working on direct current and lower voltage. It saves power and is environmental friendly. The connection of solar panel to LED light source proves high reliability.
Back to Product....


TOP 470 SL
Features :
Uses single powerful LED (10W-50W) as the light source, using our proprietary LED encapsulation.
Utilizes the special design of multi-chip single module with high brightness semiconductor chips.
Integrated housing design for heat sink, the LED is closed connected to the surface.
The heat from LED is removed through the heat dissipation wing and by air ventilation.
The design ensures a 50,000 hours life span for the LED. If operating 12 hours per day, it can last over 10 years.
Maintenance costs are much lower than other streetlights.
The die-casting aluminum alloy housing is effective for waterproofing and dusting prevention. It also helps in removing heat efficiently. The surface of the light is specially treated to sustain ultraviolet ray and resist corrosion. The entire light meets IP65 standard.
Uses monomer ellipse reflector with spheroid-cambered surface so it can control the LED light pertinently in the required area. This special design greatly improves the uniformity of the light and the utility ratio of energy used.
Compared to traditional sodium lights, it saves more than 70% of electricity.
No ill glare, no abrupt or frequent flashes. The design ensures elimination of bad glare, vision fatigue and disturbance caused by traditional streetlight to improve safety for driving.
No delay start, no waiting. It instantly reaches its normal light when switched on.
Environmental friendly. No air pollution. Does not have lead, hydrargyrum or other contamination.
It works excellently with solar panel system. It takes the advantages of working on direct current and low voltage. It saves power and is environmental friendly. The connection of solar panel to LED light source proves high reliability.
Back to Product....


TOP 530 SL
Features :
Uses single powerful LED (10W-50W) as the light source, using our proprietary LED encapsulation.
Utilizes the special design of multi-chip single module with high brightness semiconductor chips.
Integrated housing design for heat sink, the LED is closed connected to the surface.
The design ensures a 50,000 hours life span for the LED. If operating 12 hours per day, it can last over 10 years.
The heat from LED is removed through the heat dissipation wing and by air ventilation.
Maintenance costs are much lower than other streetlights.
The die-casting aluminum alloy housing is effective for waterproofing and dusting prevention.
It also helps in removing heat efficiently.
The surface of the light is specially treated to sustain ultraviolet ray and resist corrosion.
The entire light meets IP65 standard.
Uses monomer ellipse reflector with spheroid-cambered surface so it can control the LED light pertinently in the required area.
This special design greatly improves the uniformity of the light and the utility ratio of energy used.
Compared to traditional sodium lights, it saves more than 70% of electricity.
No ill glare, no abrupt or frequent flashes.
The design ensures elimination of bad glare, vision fatigue and disturbance caused by traditional streetlight to improve safety for driving.
No delay start, no waiting. It instantly reaches its normal light when switched on.
Environmental friendly. No air pollution. Does not have lead, hydrargyrum or other contamination.
It works excellently with solar panel system.
It takes the advantages of working on direct current and low voltage.
It saves power and is environmental friendly.
The connection of solar panel to LED light source proves high reliability.
Back to Product....


TOP 710 SL
Features :
Uses single powerful LED (30W-40W) as the light source, using our proprietary LED encapsulation.
Utilizes the special design of multi-chip single module with high brightness semiconductor chips.
Integrated housing design for heat sink, the LED is closed connected to the surface.
The heat from LED is removed through the heat dissipation wing and by air ventilation.
The design ensures a 50,000 hours life span for the LED.
If operating 12 hours per day, it can last over 10 years.
Maintenance costs are much lower than other streetlights.
The die-casting aluminum alloy housing is effective for waterproofing and dusting prevention.
It also helps in removing heat efficiently.
The surface of the light is specially treated to sustain ultraviolet ray and resist corrosion.
The entire light meets IP65 standard.
Uses monomer ellipse reflector with spheroid-cambered surface so it can control the LED light pertinently in the required area.
This special design greatly improves the uniformity of the light and the utility ratio of energy used.
Compared to traditional sodium lights, it saves more than 70% of electricity.
No ill glare, no abrupt or frequent flashes.
The design ensures elimination of bad glare, vision fatigue and disturbance caused by traditional streetlight to improve safety for driving.
No delay start, no waiting. It instantly reaches its normal light when switched on.
Environmental friendly. No air pollution. Does not have lead, hydrargyrum or other contamination.
It works excellently with solar panel system.
It takes the advantages of working on direct current and low voltage.
It saves power and is environmental friendly.
The connection of solar panel to LED light source proves high reliability.
Back to Product....


TOP 800 SL
Features :
Uses 2 powerful LED (60W-160W) as the light source, using our proprietary LED encapsulation.
Utilizes the special design of multi-chip single module with high brightness semiconductor chips.
Integrated housing design for heat sink, the LED is closed connected to the surface.
The heat from LED is removed through the heat dissipation wing and by air ventilation.
The design ensures a 50,000 hours life span for the LED.
If operating 12 hours per day, it can last over 10 years.
Maintenance costs are much lower than other streetlights.
The die-casting aluminum alloy housing is effective for waterproofing and dusting prevention.
It also helps in removing heat efficiently.
The surface of the light is specially treated to sustain ultraviolet ray and resist corrosion.
The entire light meets IP65 standard.
Uses monomer ellipse reflector with spheroid-cambered surface so it can control the LED light pertinently in the required area.
This special design greatly improves the uniformity of the light and the utility ratio of energy used.
Compared to traditional sodium lights, it saves more than 70% of electricity.
No ill glare, no abrupt or frequent flashes.
The design ensures elimination of bad glare, vision fatigue and disturbance caused by traditional streetlight to improve safety for driving.
No delay start, no waiting. It instantly reaches its normal light when switched on.
Environmental friendly. No air pollution. Does not have lead, hydrargyrum or other contamination.
It works excellently with solar panel system.
It takes the advantages of working on direct current and low voltage.
It saves power and is environmental friendly.
The connection of solar panel to LED light source proves high reliability.


Back to Product....

Minggu, 28 Agustus 2011